NEWS  

Menyelamatkan Perumdam Ijen Tirta Bondowoso: Saatnya Reformasi Manajemen dan Tata Kelola

Opini : Penulis Bang Juned

BONDOWOSO, NET88.CO – Air bersih bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan hak masyarakat yang harus dijamin oleh pemerintah melalui pengelolaan yang profesional dan bertanggung jawab.

Sayangnya, hingga hari ini masih banyak perusahaan daerah air minum yang belum mampu menjalankan peran tersebut secara optimal akibat persoalan manajemen yang berlarut-larut. Ketika pelayanan belum maksimal, infrastruktur menua, aset terbengkalai, dan sumber daya manusia tidak dikelola dengan baik, maka yang dirugikan bukan hanya perusahaan, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna layanan.

Kondisi inilah yang menjadi tantangan bagi Perumdam Ijen Tirta Bondowoso. Berbagai persoalan internal yang selama ini terjadi menunjukkan bahwa perbaikan teknis semata tidak akan cukup.

Dibutuhkan keberanian untuk melakukan reformasi manajemen secara menyeluruh, mulai dari penataan sumber daya manusia, penguatan tata kelola perusahaan, hingga penempatan pejabat dan karyawan berdasarkan kompetensi, bukan pertimbangan lain di luar profesionalisme.

Tanpa langkah pembenahan yang serius, sulit bagi perusahaan untuk berkembang menjadi badan usaha yang sehat, mandiri, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

BACA JUGA :
Ekspor Perdana Kopi Argopuro, Bukti UMKM Situbondo Go Internasional

Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, Perumdam Ijen Tirta Bondowoso dituntut untuk melakukan transformasi.

Momentum pergantian manajemen harus dijadikan titik awal lahirnya tata kelola baru yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Sebab, masa depan pelayanan air bersih di Bondowoso sangat ditentukan oleh kualitas keputusan yang diambil hari ini.

Beberapa permasalahan internal yang dihadapi antara lain:

  1. Jumlah pegawai yang dinilai tidak proporsional akibat proses rekrutmen yang kurang tepat pada masa lalu.
  2. Kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
  3. Hubungan kerja antara atasan dan bawahan yang cenderung kaku sehingga berpotensi menghambat komunikasi organisasi.
  4. Belum optimalnya sistem penghargaan (reward) bagi pegawai yang berprestasi.

Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan strategi yang efektif untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

BACA JUGA :
Kader Posyandu Desa Air Dingin Diberhentikan Sepihak, Kader Harapkan Keadilan dari Bupati dan Wabup Simeulue

Beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain membangun komitmen yang kuat dari manajemen dan seluruh pegawai untuk melakukan perbaikan, meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan surplus, memperkuat koordinasi internal, serta menghadirkan pemimpin yang mampu memotivasi dan menggerakkan seluruh elemen organisasi.

Selain itu, aspek yang tidak kalah penting adalah pemilihan manajemen yang didasarkan pada kompetensi dan profesionalisme, serta penempatan pegawai sesuai dengan bidang keahlian dan kompetensi masing-masing.

Di sisi lain, terdapat sejumlah kelemahan yang masih menjadi tantangan bagi perusahaan, yaitu:

  1. Usia jaringan pipa dan sumur bor yang sudah tua sehingga tidak dapat beroperasi secara maksimal.
  2. Belum terbangunnya sistem jaringan pipa yang terintegrasi (interkoneksi).
  3. Belum optimalnya pemanfaatan aset perusahaan sehingga masih terdapat aset yang tidak produktif.
  4. Belum berkembangnya unit-unit usaha yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

Berdasarkan analisis SWOT, terdapat beberapa isu strategis yang perlu menjadi perhatian, yaitu:

  1. Peningkatan jumlah pelanggan.
  2. Redefinisi peran perusahaan daerah air minum.
  3. Peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan layanan pelanggan (customer service center).
  4. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan.
BACA JUGA :
Terapi Nanobubbles IMI-RAHO Club di Inaugurasi ke-30 Berkala Penelitian Hayati

Dari berbagai isu tersebut, redefinisi peran perusahaan menjadi salah satu agenda strategis yang paling penting.

Langkah ini dapat dilakukan dengan membangun hubungan kerja yang rasional dan profesional, menyeimbangkan fungsi sosial dan fungsi bisnis perusahaan, meningkatkan daya saing organisasi, serta menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Penerapan GCG harus berlandaskan pada asas transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, serta kewajaran dan kesetaraan. Dengan demikian, perusahaan dapat dikelola secara profesional dan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Selain itu, perusahaan juga perlu memperluas kerja sama dengan pihak ketiga melalui peningkatan investasi, pengembangan produk dan layanan baru, serta membangun kemitraan antarlembaga (public-to-public partnership) guna mendukung pertumbuhan perusahaan dan peningkatan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Bondowoso.

error: Content is protected !!