SAMPANG, NET88.CO — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sampang mulai memanaskan mesin politiknya. Melalui Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dikemas dalam Sarasehan Kebangsaan, PKB melakukan konsolidasi untuk memperkuat struktur sekaligus membidik kembali posisi sebagai partai pemenang pada kontestasi politik mendatang.
Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Bustanul Huffadz Assaidiyah, Stinggil, Sampang, Sabtu (22/8/2026).
Musancab kali ini bukan sekadar seremoni pergantian maupun penguatan struktur organisasi. Di balik konsolidasi tersebut, PKB Sampang membawa target politik yang jelas, yakni mengembalikan kejayaan dan merebut kembali posisi sebagai kekuatan politik utama di Kabupaten Sampang.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Dewan Syuro PKB Sampang KH Fauzan Zaini, Mustasyar KH Aunur Rofik dan KH Jabir Ali Ridho, perwakilan NU KH Nuruddin JC, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Musyaffa Rouf, serta jajaran pengurus DPC dan DPAC PKB se-Kabupaten Sampang.
Ketua DPC PKB Sampang H. Muhammad Farok menegaskan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti pada urusan struktur dan kepengurusan partai. Menurutnya, seluruh kader harus kembali memahami akar sejarah PKB yang lahir dari perjuangan para kiai dan ulama Nahdlatul Ulama.
“Hari ini kita tidak sekadar berkumpul untuk sebuah agenda organisasi. Kita berkumpul untuk merawat sebuah amanah besar yang diwariskan oleh para muassis, para pendiri Partai Kebangkitan Bangsa, yaitu para kiai dan alim ulama Nahdlatul Ulama,” kata Farok.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa basis sosial dan politik PKB di Sampang tidak dapat dilepaskan dari kekuatan pesantren, ulama, serta warga Nahdliyin. Karena itu, Farok meminta seluruh kader menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus marwah partai.
Target Kembali ke Puncak
Tantangan PKB Sampang ke depan tidak ringan. Partai yang sebelumnya kerap menempati posisi Ketua DPRD tersebut, pada pemilu terakhir harus berada di posisi wakil pimpinan DPRD.
Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah politik bagi jajaran PKB Sampang. Konsolidasi struktur pun dituntut tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru di atas kertas, tetapi harus mampu menggerakkan kader hingga tingkat akar rumput.
Ketua Dewan Syuro PKB Sampang KH Fauzan Zaini secara terbuka menyerukan agar kekuatan politik PKB kembali dibangun. Seluruh tingkatan struktur, mulai ranting, DPAC hingga DPC, diminta memperkuat kekompakan dan soliditas.
“Mari kita tingkatkan kekompakan dan semangat kebersamaan. Harapannya, pada pemilu yang akan datang PKB bisa kembali menjadi pemenang,” tegas Fauzan.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus ujian bagi seluruh kader. Sebab, kemenangan politik tidak cukup ditopang oleh banyaknya struktur organisasi, tetapi juga ditentukan oleh sejauh mana kader bekerja, hadir di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta mampu menjaga kepercayaan publik.
Musancab Bukan Sekadar Formalitas
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur H. Musyaffa Rouf juga memberikan penekanan kuat. Menurutnya, Musancab harus menjadi momentum konsolidasi sekaligus menentukan arah dan target perjuangan politik PKB.
“Musancab ini bukan sekadar pengisian struktur kepengurusan. Ini adalah konsolidasi kekuatan, menetapkan target kemenangan serta meluruskan arah perjuangan partai untuk melipatgandakan kemenangan yang berkemanfaatan dan berkelanjutan,” ujar Musyaffa.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa konsolidasi yang dilakukan PKB Sampang diarahkan tidak hanya untuk membenahi mesin organisasi, tetapi juga mempersiapkan kekuatan menghadapi kontestasi politik berikutnya.
Setelah Musancab resmi dibuka, pekerjaan besar justru dimulai. Seluruh struktur PKB Sampang kini dituntut menerjemahkan target kemenangan menjadi kerja politik nyata di tengah masyarakat.
Konsolidasi telah dimulai, target kemenangan telah dikumandangkan. Kini publik Sampang menunggu pembuktiannya: mampukah PKB merebut kembali tahta politik yang pernah mereka kuasai, atau target tersebut hanya berhenti menjadi slogan konsolidasi?
(Fit)

