NEWS  

Rotasi Pejabat Polres Sumenep, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Kepercayaan Publik

SUMENEP NET88.CO — Kepolisian Resor (Polres) Sumenep kembali melakukan rotasi jabatan terhadap sejumlah perwira menengah dan pertama. Mutasi tersebut mencakup posisi strategis, mulai dari Kepala Satuan (Kasat) hingga Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di wilayah daratan maupun kepulauan.

Serah terima jabatan (sertijab) dipimpin langsung Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardianto, S.I.K., dan digelar di Lapangan Tennis Pesat Gatra, Jumat (23/1/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, seluruh personel Polres Sumenep, serta Bhayangkari.

Rotasi jabatan ini merupakan bagian dari mekanisme pembinaan karier, penyegaran organisasi, sekaligus upaya meningkatkan efektivitas kinerja institusi Polri dalam menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks.

Sejumlah pejabat yang mengalami pergeseran jabatan di antaranya AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E., yang sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polres Sumenep, kini mengemban amanah baru sebagai Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota. Posisinya digantikan AKP Beny Kuncoro, S.Tr.K., S.I.K., yang sebelumnya menjabat Wakasatlantas Polresta Sidoarjo.

BACA JUGA :
Babel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2023 Rumuskan Tujuan Pembangunan

Di sektor intelijen, AKP Amirul Mukminin, S.Pd.I., M.Sos., yang sebelumnya menjabat Kasat Intelkam Polres Sumenep, dipercaya mengisi jabatan Kapolsek Kawasan Gayam Polres Bojonegoro. Jabatan Kasat Intelkam Polres Sumenep selanjutnya diemban AKP Nurul Komar, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Nonggunong.

Sementara itu, rotasi Kapolsek juga terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kecamatan kepulauan. IPTU Taufik Rahman bergeser dari Kapolsek Sapeken menjadi Kapolsek Sapudi, sedangkan IPTU Wijono Aris Sasongko, S.H. dari Kapolsek Kangayan dipercaya memimpin Polsek Sapeken. Jabatan Kapolsek Kangayan kini diisi IPTU Willy Amrul, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat Kasikum Polres Sumenep.

Selain itu, AKP Akhmad Gandi, S.H. dari Kapolsek Guluk-Guluk dipromosikan sebagai Kapolsek Dungkek, menggantikan IPTU Harri Putra Makmur, S.Tr.K. yang kini menjabat Kapolsek Sobanah Polres Sampang. Jabatan Kapolsek Guluk-Guluk diisi IPTU Arief Wardoyo, S.H., M.H., sebelumnya Kasatresnarkoba Polres Pasuruan Kota.

BACA JUGA :
Ditreskrimsus Polda Babel Geledah Arsip DPRD

Perubahan jabatan lainnya yakni AKP Siswantoro, dari Kapolsek Sapudi menjadi Analis Jabatan (Anjak) Bidang SDM Polres Sumenep, serta IPTU Waluyo, dari Kasubbagbinops Bagops Polres Sumenep menjadi Kapolsek Talango. Jabatan Kapolsek Nonggunong kini diemban IPTU Haryono, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Talango.

Dalam amanatnya, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardianto menegaskan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dan lazim dalam institusi Polri. Menurutnya, rotasi bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan instrumen penting untuk menjaga dinamika organisasi agar tetap adaptif dan profesional.

“Tugas Polri tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagaimana menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik melalui pelayanan yang responsif, transparan, dan berkeadilan,” ujar AKBP Anang Hardianto.

BACA JUGA :
Kompetisi Piala Soeratin PSSI Tulungagung Telah Usai, Ini Juaranya

Ia juga menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, serta pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, terutama di wilayah dengan karakter sosial dan geografis yang menantang seperti Kabupaten Sumenep, yang memiliki wilayah kepulauan cukup luas.

Kapolres berharap pejabat baru dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakter masyarakat, serta mampu menghadirkan kehadiran negara secara nyata melalui pelayanan kepolisian yang berkualitas.

Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap kinerja Polri, rotasi jabatan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni administratif. Publik menanti bukti konkret berupa perubahan kinerja, peningkatan kualitas pelayanan, serta ketegasan aparat dalam menegakkan hukum secara adil dan tanpa pandang bulu.

Rotasi jabatan, pada akhirnya, akan diuji bukan oleh cepatnya sertijab dilaksanakan, melainkan oleh sejauh mana kepercayaan masyarakat benar-benar tumbuh.

Moo/Red

error: Content is protected !!