NEWS  

Warisan Leluhur di Lereng Lawu, Tradisi Dawuhan Senopati Desa Pacalan Terus Dilestarikan

Magetan – Net88.co – Desa Pacalan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yang terletak di lereng Gunung Lawu, kembali menggelar tradisi tahunan Kirab Budaya Dawuhan Senopati Sumber Mudal pada Minggu (31/8/2025). Ritual ini menjadi salah satu agenda budaya yang senantiasa dinantikan masyarakat, karena tidak hanya sarat makna spiritual tetapi juga mampu memperkuat ikatan sosial warga.

Acara yang digelar di kawasan Sumber Mudal ini dihadiri oleh Camat Plaosan, Forkopimca Plaosan, Kepala Desa Pacalan Agus Suharto, S.T., M.T., bersama perangkat desa, serta masyarakat yang memadati lokasi acara. Tahun ini, perayaan terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Kepala Desa Pacalan, Agus Suharto, dalam sambutannya menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkah, terutama keberadaan Sumber Mudal yang menjadi sumber kehidupan. “Sumber ini menyediakan air minum dan irigasi untuk kurang lebih 17 desa. Tradisi ini adalah warisan leluhur yang harus kita jaga, sebagai wujud syukur agar rahmat-Nya terus melimpah,” jelas Agus.

BACA JUGA :
Gubernur Babel tak Pernah Larang ASN Open House

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa rangkaian acara tahun ini dikemas lebih meriah. Selain kirab budaya dengan arak-arakan hasil bumi, kegiatan juga diramaikan dengan jalan santai berhadiah, karnaval, pagelaran seni reog Ponorogo, hingga hiburan musik dangdut. “Ratusan masyarakat ikut serta membawa tumpeng sayur dan hasil bumi sebagai simbol kemakmuran,” tambahnya.

BACA JUGA :
Polres Bondowoso Siapkan Personel Pengamanan di 2.432 TPS pada Pemilu 2024

Rute jalan santai dimulai dari Balai Desa Pacalan dan berakhir di Lapangan Gemblung Desa Pacalan, yang menjadi pusat acara hiburan rakyat. Antusiasme masyarakat sangat terasa, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua tumpah ruah mengikuti jalannya kirab budaya.

Kemeriahan semakin lengkap saat atraksi Reog Ponorogo ditampilkan sebagai penutup rangkaian acara. Tarian tradisional ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun pengunjung dari luar desa.

Selain sarat dengan nilai budaya dan religius, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan desa. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi penyemangat warga untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Desa Pacalan,” pungkas Agus.

BACA JUGA :
Lapas Pamekasan Wisuda 8 Orang Purna Tugas, Semarakan Hari Lahir Kemenkumham RI

Sebagai informasi, Desa Pacalan memiliki jejak sejarah penting. Dahulu desa ini merupakan tanah perdikan, serta terdapat makam tokoh besar yakni Kyai Kembang Sore, tempat peristirahatan Bupati Magetan ke-2, Kanjeng Kyai Adipati Purwodiningrat, dan Bupati Magetan ke-3, Raden Tumenggung Sosrodipuro. Hal ini menambah nilai historis sekaligus spiritual bagi Desa Pacalan yang kini terus berkembang sebagai desa wisata berbasis budaya dan sejarah. (Vha)