Oknum Pengecer Nakal LPG 3kg di Desa Wonosari, Tak Gubris Kebutuhan Warga Sekitar

Bondowoso, NET88.CO – Kelangkaan gas LPG 3 kg terjadi dalam beberapa hari terakhir ini di Kab bondowoso hampir di semua desa.

Ketika masyarakat mendatangi agen atau pengecer selalu bilang habis dan tidak memiliki stok gas LPG 3 kg, sebagian besar dalam keadaan kosong.

Kelangkaan gas LPG 3 Kg ini telah berlangsung selama beberapa hari terakhir/bulan puasa Ramadan ini sementara pihak agen terus menunggu di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

Tapi pertanyaannya, ketika sudah mendapatkan gas tersebut itu di jual kemana..????

BACA JUGA :  Kapolres Sampang Berikan Reward Anggotanya Yang Berhasil Tangkap Tahanan Rutan Kabur

Sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah terkait adanya kelangkaan LPG 3 kg (subsidi) yang seharusnya itu di nikmati oleh warga miskin namun faktanya rakyat miskin malah nangis menjerit karna tidak kebagian akibat kelangkaan gas LPG di bondowoso ini.

AYO JANGAN TIDUR PADA KEMANA BAPAK BAPAK PEMKAB INI DI KALA RAKYAT MENANGIS KARNA TIDAK BISA MASAK

Sesuai pernyataan dari beberapa agen pada saat di konfirmasi, Sabtu (30/03), “Pihak pertamina tidak mengurangi jatah mas tapi kok ini seperti kegiatan rutin ya ketika sudah bulan puasa dan mau menjelang lebaran masyarakat kok selalu kesulitan untuk mendapatkan LPG 3 kg ini kemungkinan besar ada pengecer nakal,” jelasnya.

BACA JUGA :  Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan, Remaja 18th Diamankan Resmob Polres Sumenep

Seperti yang terjadi kemarin salah satu pengecer di Desa Wonosari, ketika sudah mendapatkan pangkalan/pengecer tersebut malah menjualnya ke daerah lain dengan harga yang lebih mahal sedangkan warga di sekitar hampir semua menjerit karna tidak kebagian.

BACA JUGA :  Polres Pamekasan Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

“Jadi kami mohon kepada pihak yang bersangkutan terutama  PERTAMINA  untuk mencabut ijin para oknum distributor/agen gas LPG nakal apabila ini di biarkan maka oknum tersebut akan semakin merajalela dan masyarakat miskin akan semakin nangis dan semakin menjerit,” ujar Ipung salah satu warga Desa Wonosari.

Penulis : Iwak

vvvv