PAMEKASAN, NET88.CO – GMNI(Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Pamekasan menggelar aksi mengepung Kantor Kemenag Pamekasan, Selasa (22/9/2026), berakhir damai dan penuh kemenangan marwah. Puluhan kader berjaket merah hitam datang untuk meluruskan sejarah, bukan membuat rusuh.
Pemicunya Majalah MPA (Mimbar Pembangunan Agama) Edisi 105 milik Kanwil Kemenag Jatim, di halaman 28-29 berjudul “Awas Laten Bahaya Komunisme”, yang keliru menyebut GMNI sebagai underbouw PKI.
Ketua DPC GMNI Pamekasan, Syuhada, tegaskan itu kekeliruan sejarah yang harus diluruskan.
“GMNI lahir 23 Maret 1954 di Surabaya, berideologi Marhaenisme ajaran Bung Karno, setia Pancasila dan NKRI harga mati. GMNI adalah organisasi legal, benteng Pancasila, bukan komunisme. PKI sudah bubar lewat TAP MPRS No. XXV/1966,” tegas Syuhada di mobil komando.
Dialog Terbuka, Solusi Tuntas
Massa diterima langsung Kepala Kemenag Pamekasan. Sebagai simbol kekecewaan akademik, massa membakar Majalah MPA Edisi 105 di halaman kantor, dengan tetap tertib dan kondusif.
Hasil audiensi membuahkan 4 kesepakatan positif:
1. Permohonan Maaf Terbuka Terkabul: Kanwil Kemenag Jatim telah teken surat permohonan maaf resmi dan disebar luas.
2. Evaluasi Total Redaksi Terkabul: Penulis telah menyampaikan permohonan maaf, seluruh tim redaksi Majalah MPA dinonaktifkan untuk evaluasi.
3. Kemenag Pamekasan Klarifikasi: Kepala Kemenag Pamekasan sampaikan permohonan maaf dan komitmen menjaga kondusivitas organisasi kepemudaan.
4. Majalah Ditarik & Dimusnahkan: Peredaran Majalah MPA Edisi 105 ditarik total dari peredaran dan dimusnahkan bersama di lokasi.
Syuhada apresiasi langkah cepat Kemenag.
“Ini jadi evaluasi total agar literasi sejarah lebih akurat. Tidak hanya untuk GMNI, tapi agar tidak merugikan organisasi lain. Kemenag dan GMNI tetap mitra menjaga kebangsaan. Marwah terjaga, persaudaraan tetap jalan,” pungkasnya.
Aksi bubar tertib, damai, dan penuh semangat nasionalisme. Merdeka!
Catatan Redaksi: GMNI dan Kemenag sepakat mengedepankan tabayun dan literasi sejarah untuk kebaikan bersama.(Jo)

