SUMENEP, NET88.CO — Aktivitas galian C ilegal di Sumenep semakin tak terkendali. Foto satelit terbaru kembali memperlihatkan jejak pengerukan besar di sekitar kawasan Asta Tinggi, menunjukkan bagaimana penambang liar bekerja secara terang-terangan tanpa memikirkan dampak jangka panjang.
Gundukan tanah rusak, kontur lahan yang terkoyak, dan jalur truk besar yang semakin melebar terlihat jelas. Semua ini menjadi bukti bahwa aktivitas tambang ilegal berjalan bebas tanpa pengawasan.
Pemerhati lingkungan Mohamad Rifki mengecam keras perilaku para pengusaha tambang yang disebutnya hanya mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan masa depan daerah.
“Keserakahan pengusaha tambang galian C jangan sampai mengorbankan rakyat kecil. Mereka ambil untung, tapi masyarakat yang menerima bencananya,” tegas Rifki.
Ia menambahkan bahwa pola kerusakan seperti ini sudah sering terjadi di banyak wilayah di Sumatera, di mana bencana besar justru menimpa masyarakat yang sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas pertambangan.
“Lihat yang terjadi di Sumatera. Banyak korban jiwa, banyak rumah hancur. Yang kena dampaknya itu bukan pengusahanya, tapi rakyat kecil yang tidak tahu apa-apa,” ujarnya.
Rifki menegaskan bahwa para pengusaha tambang ilegal ini sama sekali tidak memberi manfaat nyata kepada daerah.
“Toh mereka tidak ada kontribusi kepada daerah. Pengusahanya hanya bisa merusak alam dan menghancurkan infrastruktur jalan yang setiap hari dilalui truk pengangkut,” katanya dengan nada tinggi.
Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi bukan hanya menimbulkan biaya perbaikan yang besar bagi pemerintah, tetapi juga membahayakan keselamatan warga yang harus melewati jalur rusak tersebut setiap hari.
Rifki menuntut pemerintah dan aparat untuk segera bertindak sebelum kerusakan lingkungan berubah menjadi bencana besar yang tidak bisa dikendalikan.
“Foto satelit sudah bicara. Bukti ada. Kalau tetap dibiarkan, berarti ada pembiaran. Sumenep tidak boleh menjadi korban keserakahan segelintir orang,” tutupnya
Moo/Red

