NEWS  

DPC LSM PERKASA Jember Terima Pengaduan MBG Diduga Tidak Layak Konsumsi

JEMBER, NET88.CO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Jember mendapat sorotan setelah DPC LSM PERKASA Jember menerima pengaduan masyarakat terkait makanan yang diduga tidak layak dikonsumsi oleh sejumlah siswa.

Pengaduan tersebut diterima Ketua DPC LSM PERKASA Jember, H. Kulsum Efendi, pada Senin (21/9/2026). Informasi yang diterima menyebutkan adanya wali murid yang mengeluhkan kondisi sejumlah makanan yang dibagikan melalui SPPG Darungan.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima, sejumlah bahan makanan disebut dalam kondisi yang diduga tidak layak konsumsi. Di antaranya roti yang diduga berjamur, pisang yang disebut sudah membusuk, kacang tanah yang diduga rusak, serta sosis yang dipersoalkan karena diduga telah melewati masa kedaluwarsa.

Persoalan tersebut semakin mendapat perhatian setelah muncul laporan mengenai keluhan kesehatan pada sejumlah siswa yang diduga mengonsumsi makanan tersebut.

Salah satu laporan menyebutkan seorang murid SD Nurul Najah Karangsengon mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsi makanan MBG. Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah wali murid dari TK Darungan 1 dan SDN Darungan 1.

BACA JUGA :
Ketua DPRD Herman Suhadi Hadir Di Halal Bihalal IPHI

Namun demikian, hubungan antara makanan yang dibagikan dengan keluhan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis dan verifikasi oleh instansi yang berwenang.

Pengaduan Masuk Wadul Gus’e

Selain diterima DPC LSM PERKASA Jember, laporan masyarakat tersebut juga disampaikan melalui layanan pengaduan Wadul Gus’e.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, admin layanan tersebut menyarankan agar siswa yang mengalami gejala kesehatan segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Selanjutnya, pihak Wadul Gus’e memberikan balasan bahwa pengaduan telah diterima dan masuk dalam antrean penanganan dengan Report ID: WA.Q.2109261727852.

Dalam balasan tersebut disebutkan bahwa laporan akan ditindaklanjuti oleh dinas, OPD, maupun instansi terkait.

PERKASA Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Ketua DPC LSM PERKASA Jember, H. Kulsum Efendi, meminta agar laporan tersebut tidak berhenti pada pengaduan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan.

BACA JUGA :
Mengenal Arik Pengusaha Muda asal Singkawang

“Kami menerima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan makanan bergizi gratis yang tidak layak konsumsi. Karena menyangkut kesehatan anak-anak, kami meminta instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah yang diperlukan,” tegas H. Kulsum Efendi.

Menurut PERKASA, pemeriksaan penting dilakukan untuk memastikan apakah kondisi makanan sebagaimana dilaporkan masyarakat benar-benar terjadi dan untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan pada siswa.

Pemeriksaan, kata dia, semestinya tidak hanya menyasar makanan yang telah dibagikan, tetapi juga mencakup bahan baku, tanggal kedaluwarsa, proses pengolahan, kebersihan, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi makanan kepada siswa.

Jangan Tunggu Ada Korban Lebih Banyak

PERKASA juga meminta Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, penyelenggara MBG, serta instansi terkait melakukan verifikasi secara objektif terhadap laporan tersebut.

Program MBG menyangkut konsumsi makanan oleh anak-anak dalam jumlah besar. Karena itu, setiap laporan mengenai dugaan makanan tidak layak konsumsi dinilai perlu ditangani secara cepat agar fakta di lapangan dapat segera diketahui dan langkah pencegahan dapat dilakukan apabila ditemukan pelanggaran standar keamanan pangan.

Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Darungan belum memberikan klarifikasi resmi kepada redaksi NET88.CO mengenai laporan masyarakat tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak SPPG Darungan maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi makanan, prosedur pemeriksaan, serta tindak lanjut atas pengaduan masyarakat tersebut.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan pengaduan masyarakat dan informasi mengenai laporan yang telah diterima layanan Wadul Gus’e. Seluruh dugaan terkait kondisi makanan maupun keluhan kesehatan siswa masih memerlukan verifikasi serta pemeriksaan dari pihak yang berwenang.

error: Content is protected !!