Taipei, Taiwan — Di tengah kesibukan bekerja sebagai penjaga lansia di Taiwan, pekerja migran Indonesia sekaligus DJ, Ketty Key, kembali mengejar karier musik yang sempat ia tinggalkan sejak 2019. Perempuan asal Jakarta tersebut memulai kembali pendidikannya di bidang DJ pada Januari 2025 dan kini aktif berlatih setelah jam kerjanya selesai.
Ketty mengaku tidak pernah menyangka bahwa kepindahannya ke Taiwan justru membuka jalan baru bagi karier musiknya. “Kerjaan utama aku tetap jaga lansia. Tapi di Taiwan aku sekolah DJ lagi di @IMDJ.TW,” ujarnya. 30/11/2025
Menurut Ketty, keputusannya mendaftar sekolah DJ dilandasi tekad untuk memperluas wawasan musik internasional dan membangun jaringan dengan musisi lokal. Ia berharap suatu hari mendapat kesempatan tampil atau bekerja sama dengan talenta musik Taiwan. “Siapa tahu bisa dikenal musisi Taiwan. Hidup kan nggak ada yang tahu,” katanya.
Ketty tidak menampik bahwa masa-masa awal di Taiwan penuh tantangan. Selain tekanan pekerjaan, ia menghadapi godaan pergaulan dan kondisi mental yang sempat tidak stabil.
“Awal di sini cuma coba-coba. Teman banyak menggoda. Mau nggak mau dinikmati karena kondisi di ‘konoha’ lagi tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Meski begitu, situasi tersebut justru menjadi titik balik yang membuatnya kembali fokus pada musik. Ia menyadari bahwa menata hidup harus dimulai dari hal yang paling ia cintai.
Setiap malam, usai merawat lansia, Ketty menyempatkan diri untuk mengikuti kelas DJ atau berlatih secara mandiri menggunakan perangkat sederhana. Ia mempelajari teknik beatmatching, mengenal karakter penonton internasional, dan mencoba memadukan elemen-elemen musik elektronik Asia dengan gaya khas Jakarta.
“Demi karier tetap menyala,” ujarnya singkat.
Meski waktunya di Taiwan terbatas, Ketty berencana melanjutkan karier DJ setibanya kembali di Indonesia. Pengalaman bekerja di luar negeri serta proses belajar lintas budaya disebutnya memberi bekal penting untuk perjalanan musiknya ke depan.
“Nanti pulang Indo, aku lanjutkan lagi karier yang sempat tertunda,” tegasnya.
Dengan rutinitas padat antara pekerjaan dan latihan, Ketty Key kini tengah membangun babak baru dalam hidupnya. Kisahnya menjadi gambaran bahwa pekerja migran tidak hanya datang untuk bekerja, tetapi juga membawa mimpi yang terus hidup dan berjuang untuk diwujudkan.
(Ysf)

