Berita  

Diinisiasi Oleh Para Mualaf, Masjid Bernuansa Tionghoa Akan Hadir di Babel

PANGKALAN BARU – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Ridwan Djamaluddin bersama Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman dan Wakil Bupati Bangka Barat Bong Ming Ming hadir dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid Laksamana Cheng Ho Bangka Belitung, Jumat (7/10/2022).

Masjid yang memiliki arsitektur oriental khas Tionghoa tersebut akan dibangun di lahan seluas sekitar 5250 m2 yang berlokasi di Desa Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah. Menariknya, pembangunan masjid ini diinisiasi oleh para mualaf etnis Tionghoa.

Rencananya, selain didirikan tempat ibadah, di lokasi tersebut juga akan dibangun asrama, madrasah, dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Sementara untuk menambah kesan wisata religi khas Tionghoa akan juga dihadirkan kolam ikan koi, taman dan perahu Laksamana Cheng Ho.

BACA JUGA :  Kedatangan Perwakilan Perpustakaan Nasional RI ke Lapas Kelas II A Pamekasan Disambut Langsung Kalapas

Pj Gubernur Ridwan berharap pembangunan masjid ini tidak memakan waktu yang lama, yang berdasarkan keterangan dari panitia membutuhkan waktu sekitar 3-5 tahun. Meskipun Pemprov Kep. Babel telah membantu dengan memberikan dana hibah, namun pihaknya akan terus mengupayakan untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut.

“Jika membangun mal dan kafe bisa dikerjakan hanya setahun, masa kita membangun masjid harus 3-5 tahun. Nanti kita akan upayakan bersama-sama agar bisa lebih cepat,” ujar Pj Gubernur.

BACA JUGA :  Bowo Setiyadi S.H dan Moh Agus Prasetiyo S.H Desak Polda Jateng Hukum Inisial L dan Sanksi Kode Etik

Menyambut pembangunan masjid ini, dirinya berharap dengan langkah dan niat yang baik ini dapat menjadikan masjid ini sebagai salah satu lokasi pusat peradaban umat Islam di daerah tersebut.

Apalagi menurutnya dengan latar belakang Laksamana Cheng Ho, seseorang penjelajah dari negeri Tirai Bambu yang telah melakukan ekspedisi ke berbagai negeri, termasuk Indonesia pada 1405 yang diyakini untuk turut menyebarkan agama Islam di nusantara.

BACA JUGA :  Kontroversi Masa Jabatan Kades 9 Tahun, Hajad Masyarakat Ataukah Keinginan Pribadi

“Hendaknya kita semua belajar dari beliau dengan berani menjelajah dengan mengurangi samudera untuk misi yang mulia,” tuturnya.

Disinggungnya juga akan visi yang besar dalam pembangunan rumah ibadah ini, karena selain masjid, juga akan dibangun asrama dan lain sebagainya. Termasuk menurutnya desain bangunan masjid dibuat dengan tujuan untuk memunculkan kesan ekspresi keterbukaan.

“Mohon dukungannya agar pembangunan masjid ini terlaksana dengan baik dan kita harap dapat dipercepat pembangunanannya,” pungkasnya.

Penulis: Budi
Foto: Saktio
Editor: Intan Pitaloka