SUMENEP, NET88.CO — Aktivitas tambang galian C di wilayah Kecamatan Batuan kembali menjadi sorotan masyarakat setelah sebuah truk bermuatan excavator menghantam gapura Desa Batuan, Kabupaten Sumenep, pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi saat truk pengangkut alat berat melintas dari arah barat menuju timur dengan membawa excavator yang diduga berasal dari kawasan tambang galian C di wilayah Kasengan.
Berdasarkan keterangan warga, excavator tersebut rencananya akan digunakan untuk aktivitas penambangan di lokasi galian C yang berada di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batuan yang disebut-sebut milik seorang pengusaha berinisial H. Lan.
Saat melintas di jalan desa, tinggi muatan alat berat diduga melebihi batas aman sehingga bagian atas excavator menyangkut pada konstruksi gapura desa. Benturan keras menyebabkan bagian atas dan sisi gapura mengalami kerusakan hingga sebagian material bangunan runtuh.
“Informasinya beko itu mau masuk ke lokasi tambang dekat TPA. Pas lewat langsung menghantam gapura,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan gapura diperkirakan menyebabkan kerugian material cukup besar. Gapura tersebut merupakan simbol desa sekaligus akses utama keluar masuk warga Desa Batuan.
Informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan excavator tersebut diduga disewa oleh seseorang bernama Matlawi dan disebut merupakan alat berat milik pengusaha yang dikenal warga sebagai “raja tambang” di wilayah Kasengan. Namun seluruh informasi tersebut masih sebatas dugaan warga dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Kejadian ini terjadi tidak lama setelah adanya penindakan tambang galian C oleh aparat kepolisian di Jawa Timur. Warga menilai aktivitas tambang di sejumlah wilayah Kabupaten Sumenep, termasuk di Kecamatan Gapura dan Batuputih, masih tetap beroperasi.
Sejumlah tokoh masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah melakukan penertiban secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesan tebang pilih dalam penegakan hukum terhadap aktivitas tambang galian C.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun aparat berwenang terkait kepemilikan excavator, lokasi tambang yang dituju, serta pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan gapura Desa Batuan.
Moo/Red

