Berita  

APA KABAR SMART CITY BONDOWOSO,,?
Part 3 : The Journey To The Smart City

Bondowoso, NET88.CO

Kota Tape tengah berbenah menuju smart city. Hal ini terlihat dari keseriusan dan komitmen Pemerintah Kota dalam mengalokasikan sebagian besar anggarannya untuk membangun dan menyewa infrastruktur jaringan, membeli bandwith serta belanja SDM pasukan elit IT.

Tak tanggung tanggung belasan Ton amunisi digelontorkan Pemerintah Kota kepada Dinas Urusan Teknologi (DUT).

Berawal dari perencanaan pembuatan roadmap pembangunan smart city melalui konsultan universitas teknologi ternama di republik ini lahirlah kitab perjalanan menuju smart city kota tape (the book of journey to the smart city) yang akan dijadikan pedoman pembangunan menuju cita-cita menjadi kota pintar.

Kitab ini memandu step by step tahapan tahapan pembangunan smart city di kota tape.

BACA JUGA :  Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Walisongo Situbondo Diikuti Ribuan Jamaah

Dimulai dengan pembangunan infrastruktur, Dinas Urusan Teknologi melakukan kontrak dengan salah satu perusahaan komunikasi swasta nasional sebut saja “javasat”.

Perusahaan ini mematok biaya kerjasama yang sangat fantastis sekitar 6 ton untuk pembelian bandwith 2G selama 7 bulan dengan cashback berupa hibah jaringan backbone sekitar 20 km dan sebuah command center yang hampir mirip dengan meeting room.

Coba kita berhitung dengan analisa kewajaran harga terhadap kontrak pekerjaan dengan Javasat. Misal harga sewa metro dari ibu kota negara ke kota tape adalah 20 kw per bulan, harga bandwith 8 kw per bulan, berarti total harga perbulan dengan 2G adalah 36 kw dikalikan 7 bulan adalah 252 kw.

BACA JUGA :  Sidang Paripurna Penyampaian Tiga Agenda di Ruang Sidang DPRD Babel 2022

Biaya pembuatan jaringan backbone 20 km adalah 15 kw per km dikalikan 20 km sebesar 300 kw.

Pembuatan interior command center anggap 200 kw sehingga kira-kira total pengeluaran dari pihak javasat adalah 750 kw, anggaplah dibulatkan menjadi 1 ton.

Bandingkan antara biaya yang dikeluarkan untuk kontrak sebesar 6 ton sedangkan yang diperoleh kota tape adalah 1 ton, masih ada keuntungan 5 ton.

Wuaooowww 5 ton bisa dibuat pembangunan jalan dan lain-lain.

Sekarang kita beralih ke penyedia jaringan lain yang digunakan Dinas Urusan Teknologi untuk melakukan sewa jaringan dari kecamatan ke kota tape.

Kurang lebih 269 kw per bulan digunakan untuk pembiayan sewa koneksi/jaringan dari kecamatan ke kota dikalikan 5 bulan di awal anggaran dan 4 bulan di akhir anggaran.

BACA JUGA :  Jambore PKK Peringati Hari Jadi Pangkalpinang ke-265 Tahun Berlangsung Meriah

Kurang lebih 1,3 ton ditambah 1 ton sehingga total lebih dari 2,3 ton untuk biaya sewa 9 bulan di tahun 2022 ini.

Apakah selesai?????

Sekarang kita mengulik biaya pemeliharaan dengan besaran 146 kw pertahun. Pertanyaanya jaringan mana dan jaringan milik siapa yang dipelihara????

Kita harus berfikir bersama bahwa tidak semua masyarakat kota tape tidak melek IT. Banyak anak-anak muda di kota ini dengan segudang prestasi dibidang teknologi.

Hal ini seharusnya juga menjadikan pertimbangan para pejabat pengelola urusan IT.
Bersambung, episode 4 (realita infrastruktur smart city)

Penulis : Edy Junaedi (Anggota PJI)