Opini  

APA KABAR SMART CITY BONDOWOSO,,?
Part 1 : Impian Untuk Menjadi Sebuah Kota Pintar

Bondowoso||NET88.CO

Perkembangan Teknologi Informasi di era society 5.0 saat ini semakin pesat. Hal ini ditandai dengan hampir di seluruh aspek aspek kehidupan masyarakat berpusat dan berbasis pada teknologi.

Salah satunya yang sedang trend akhir-akhir ini adalah Konsep SMART CITY.

Konsep yang disebut kota pintar ini adalah konsep yang mengutamakan sebuah tatanan kota cerdas yang dapat berperan dalam memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara tepat dan cepat.

Tidak hanya kota-kota besar di Indonesia yang telah menerapkan konsep smart city, bahkan hampir diseluruh Kabupaten dan Kota berlomba-lomba untuk membuat sistem kota pintar dalam mengelola informasi apapun itu dengan berbagai alasan.

BACA JUGA :  Wahyudi : Penerapan Perda No 27 Th 2004 Perlu Juga Menerapkan Asas Kemanusiaan, Persuasif dan Humanis

Baik karena memang kebutuhan, harga diri sebuah kemajuan kota ataupun alasan alasan lainnya.

Impian untuk memiliki sebuah sistem yang smart dalam mengelola pemerintahannya juga diingini oleh sebuah kota tape, entah karena alasan tidak ingin dianggap sebagai daerah tertinggal atau karena persaingan antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Atau Karena proyek IT merupakan proyek empuk bernilai fantastis.

Hal ini juga selaras dengan program pemerintah pusat dengan Gerakan menuju 100 smart city di Indonesia menambah semangat kota tape untuk menjadi salah satu diantaranya.

Memang tidak mudah untuk menggapai impian menjadi sebuah kota pintar, karena banyak hal yang harus dipersiapkan termasuk salah satunya adalah investasi dan pembiayaan yang butuh pendanaan besar.

BACA JUGA :  Bolehkan Media Menghapus Berita yang Sudah Tayang?

Kesiapan infrastruktur jaringan merupakan komponen dasar pembangunan sebuah smart city. Tidak mudah bagi kota tape untuk memiliki infrastruktur jaringan karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya adalah kegagalan-kegagalan proyek pembangunan jaringan seperti LAN/WAN.

Proyek-proyek fantastis ini seringkali gagal dan hanya meninggalkan sampah-sampah perangkat IT dan juga permasalahan hukum terhadap pelaku-pelaku didalamnya.

Pengalaman-pengalaman kelam ini tidak membuat surut keinginan untuk menjadikan kota tape sebagai kota cerdas.

Berbagai kebijakan lain dibuat dalam rangka usaha mencapai impian.

Langkah pembangunan infrastruktur jaringan kembali dilakukan dengan memberikan pekerjaan tersebut kepada pihak lain.

BACA JUGA :  PJI TIDAK MEMBELA "JURNALIS SAMPAH”

Kebijakan sewa infrastruktur jaringan diambil sebagai langkah strategis untuk menghindari kegagalan pembangunan koneksi di kota tapay.

Sebuah anak perusahan energi digandeng untuk melaksanakan pekerjaan networking antar titik-titik di dalam kota.

Dimulai sekitar tahun 2017/2018 anak perusahan BUMN ini mulai memasang kabel Fiber Optik sabagai infrastruktur dasar jaringan internet.

Entah berapa nilai dari proyek kerjasama sewa jaringan ini yang pasti pemerintah daerah kota tape dengan mengeluarkan pembiayaan yang fantastis hanya mendapatkan hak guna atau sewa barang/jasa dengan standar biaya sewa berdasarkan kesepakatan antara kedua belah pihak.
Bersambung …

Penulis : Edy Junaedi (Anggota PJI)