NEWS  

Ketua GEN Jatim Apresiasi Operasi Senyap BNNP Jatim di Mr Ball, Romli: Perang Narkoba Harus Tanpa Kompromi

SUMENEP, NET88.CO – Ketua Generasi Emas Nusantara (GEN) Jawa Timur, Muhammad Romli, menyampaikan apresiasi terhadap langkah tegas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur bersama BNNK Sumenep yang melakukan operasi senyap di tempat hiburan malam Mr Ball, Kabupaten Sumenep, Minggu (1/11/2026) dini hari.

Menurut Romli, operasi tersebut merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Terlebih, selama ini muncul dugaan bahwa kegiatan razia di tempat hiburan malam tersebut kerap kali bocor sebelum petugas tiba di lokasi.

Ia menilai strategi operasi senyap menjadi langkah penting agar upaya pemberantasan narkotika tidak mudah diketahui pihak-pihak yang berpotensi menghambat penindakan.

“Langkah BNNP Jawa Timur bersama BNNK Sumenep patut kita apresiasi. Operasi senyap seperti ini sangat penting, terutama ketika muncul dugaan informasi razia kerap bocor. Pemberantasan narkoba membutuhkan strategi, keberanian, dan integritas aparat,” ujar Muhammad Romli.

BACA JUGA :
Forkopimda Apresiasi Capaian Kinerja Polres Probolinggo Sepanjang Tahun 2023

BNNP Tes Urine Internal BNNK Sumenep

Romli juga memberikan perhatian terhadap langkah BNNP Jawa Timur yang sebelumnya melakukan inspeksi mendadak sekaligus tes urine terhadap seluruh personel BNNK Sumenep.

Sebanyak 29 personel menjalani pemeriksaan urine pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Hasilnya, seluruh personel dinyatakan negatif narkoba.

Menurut Romli, langkah tersebut merupakan bentuk penguatan integritas dan pengawasan internal yang sangat penting. Sebelum melakukan pemberantasan narkoba di tengah masyarakat, institusi yang bertugas memerangi narkotika juga harus memastikan seluruh personelnya bersih dari penyalahgunaan narkoba.

“Ini langkah yang sangat tepat. Sebelum membersihkan lingkungan masyarakat dari narkoba, internal institusi juga harus dipastikan bersih terlebih dahulu. Jangan sampai aparat yang bertugas memberantas narkoba justru terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Ia menilai pemeriksaan internal semacam itu harus menjadi budaya pengawasan yang dilakukan secara berkala, bukan sekadar kegiatan seremonial.

BACA JUGA :
Audensi Forsa Hebat Bersama MCS, Profesionalitas Kinerja KPU Sampang Dipertanyakan !!

14 Orang Terindikasi Positif Saat Operasi Mr Ball

Sementara itu, dalam operasi gabungan BNNP Jawa Timur dan BNNK Sumenep di Mr Ball, sebanyak 184 pengunjung dan karyawan menjalani tes urine.

Dari jumlah tersebut, 170 orang dinyatakan negatif, sedangkan 14 orang lainnya, terdiri atas 11 laki-laki dan 3 perempuan, terindikasi positif narkotika dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Romli menegaskan, temuan tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak. Tempat hiburan malam tidak boleh menjadi ruang yang memberikan peluang bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Jangan sampai tempat hiburan malam justru menjadi ruang yang nyaman bagi pengguna maupun jaringan peredaran narkoba. Kalau ditemukan pelanggaran, harus ditindak sesuai ketentuan hukum. Tidak boleh ada kompromi,” ujarnya.

Tokoh muda Jawa Timur asal Sumenep itu juga berharap operasi serupa tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan pemasok dan pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran narkotika.

BACA JUGA :
Polres Pelabuhan Tanjungperak Larang Warga Surabaya SOTR

“Kami berharap tidak ada tebang pilih. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara profesional. Jangan hanya pengguna yang menjadi perhatian, tetapi jaringan peredaran dan pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari bisnis haram ini juga harus diungkap,” tandasnya.

Romli mendorong BNNP Jawa Timur, BNNK Sumenep, kepolisian, dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat kolaborasi dalam memberantas narkoba hingga ke tingkat desa.

Menurutnya, penyelamatan generasi muda dari ancaman narkotika merupakan tanggung jawab bersama.

“Perang terhadap narkoba harus dilakukan tanpa kompromi. Bersihkan internal, perkuat pengawasan eksternal, dan tindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat. Jangan beri ruang bagi peredaran narkotika di Sumenep. Masa depan generasi muda jauh lebih penting daripada kepentingan siapa pun,” pungkas Muhammad Romli.

Moo/Red

error: Content is protected !!