PAMEKASAN, NET88.CO – Aliansi BEM se-Pamekasan geruduk Kantor Bea Cukai Madura, Rabu (14/10/2026). Desak tangkap bos rokok yang diduga ancam ibu dan anak akibat rebutan klaim merek.
Aksi sempat memanas, massa coba terobos masuk namun dihalau ketat aparat kepolisian. Ironis, pimpinan Bea Cukai tak menemui massa maupun wartawan dengan alasan rapat intern. Padahal sehari sebelumnya, Selasa (13/10), aksi Lingkar Melati Bersatu (LMB) juga tak ditemui Kepala Kantor.
“Itu muara keresahan kami. Tindakan di luar batas, ganggu kenyamanan masyarakat. Kami khawatir budaya kekerasan jadi solusi masalah bisnis,” tegas Junaidi.
BEM ancam Jilid 2 bakal lebih besar dan gruduk Polres Pamekasan untuk kawal pidananya. “Sesuai UU 39/2007, rokok ilegal dilarang. Tidak tebang pilih, hapus semua!” pungkasnya.
Mahasiswa menilai sikap tertutup Bea Cukai justru memperburuk citra institusi di mata publik. Padahal sebagai penegak cukai, Bea Cukai diharapkan transparan dan tegas menertibkan rokok ilegal yang marak di Pamekasan, bukan malah bungkam saat dikritik mahasiswa dan media.
BEM: Bea Cukai Harus Tegas, Stop Budaya Ancaman di Pamekasan.(Jo)

