PAMEKASAN, NET88.CO — Bupati Pamekasan hadir langsung di rumah duka korban kecelakaan KMP, almarhum Nurul Rian (33), tenaga kesehatan yang gugur dalam tugas. Ia bahkan tiba sebelum jenazah datang dan diminta keluarga untuk mengimami shalat jenazah.
“Kehadiran ini bentuk hormat saya kepada istri dan orang tuanya yang tabah. Saya yakin ada hikmah baik. Saudara Rian gugur dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Insyaallah dapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Bupati.
Terkait jaminan sosial, Bupati memastikan akan ada perhatian khusus.
“Jaminan sosial itu ada, apalagi gugur dalam tugas. Usianya masih 33 tahun, masih produktif. Tapi kehendak Allah lain dari yang kita inginkan. Bukan hanya PT tempatnya bekerja, tapi pemerintah secara keseluruhan harus beri support dan perhatian,” tegasnya.
Pemkab, kata dia, memantau sejak awal kabar KMP terbalik.
“Sejak malam Minggu sudah ada firasat dari ayahnya. Ada kontak batin. Kami ikuti terus sampai kepastian korban,” ungkapnya.
Sosok Rian: Sabar, Pendiam, Baru 3 Bulan Kerja di PT Virgo
Adik ipar korban, Yati, menceritakan Rian sebelumnya bekerja di pelayaran, lalu pindah ke PT Virgo baru 3-4 bulan setelah menikah. Sosoknya dikenal sabar dan pendiam.
“Seharusnya pulang Rabu, tapi minta tambah 2 hari dan baru pulang Jumat jam 8 pagi. Sabtu jam 10 pagi berangkat lagi dari Surabaya,” kenang Yati.
Kontak terakhir terjadi Sabtu malam sebelum hilang Minggu dini hari pukul 02.00 WIB.
“Tidak ada gelagat aneh. Pesan terakhirnya cuma bilang ‘tidak usah banyak pikiran, kebutuhan anak sudah dipenuhi selama satu bulan’. Setelah itu hilang kontak sekitar jam 1 malam,” ujarnya.
Kabar kecelakaan pertama kali diterima adik Rian dari rekan pelayaran sekitar pukul 11.00 siang.
Kehadiran Bupati diharapkan jadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan istri dan anak yang masih kecil. (Jo)

