SUMENEP, NET88.CO – Kondisi kesehatan Sutan Hadi Tjahyadi yang belum sepenuhnya pulih memunculkan sorotan di tengah masyarakat. Legislator dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Sumenep itu diketahui masih memegang dua jabatan strategis sekaligus, yakni sebagai anggota DPRD Kabupaten Sumenep dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumenep.
Situasi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas peran yang bersangkutan dalam menjalankan dua tanggung jawab besar tersebut, terlebih dengan kondisi kesehatan yang dikabarkan belum sepenuhnya stabil.
Sorotan semakin menguat setelah aktivitas organisasi di KONI Sumenep dalam beberapa waktu terakhir lebih banyak dijalankan oleh Ketua Harian Abdul Kadir Al Mahdaly. Penunjukan Ketua Harian tersebut dilakukan untuk memastikan roda organisasi olahraga tetap berjalan meskipun ketua definitif belum dapat menjalankan aktivitas secara normal.
Kondisi tersebut memunculkan pandangan di tengah masyarakat bahwa peran kepemimpinan di tubuh KONI saat ini praktis dijalankan oleh Ketua Harian. Hal itu kemudian memicu pertanyaan yang sama mengenai aktivitas Sutan Hadi Tjahyadi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif.
“Kalau di KONI saja tugas sehari-hari dijalankan oleh Ketua Harian karena kondisi kesehatan ketuanya, tentu publik juga bertanya-tanya bagaimana dengan aktivitas beliau di DPRD,” ujar salah seorang warga.
Sebagaimana diketahui, jabatan sebagai anggota DPRD menuntut keterlibatan aktif dalam berbagai agenda kedewanan, mulai dari rapat komisi, rapat paripurna hingga kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Di sisi lain, Sutan Hadi Tjahyadi sebelumnya kembali terpilih sebagai Ketua KONI Sumenep periode 2024–2028 melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa KONI Sumenep (Musorkablub) secara aklamasi dengan dukungan dari sejumlah cabang olahraga.
Namun dalam perkembangannya, kondisi kesehatan yang dialami membuat sebagian aktivitas organisasi harus dijalankan oleh Ketua Harian agar roda organisasi tetap berjalan.
Meski demikian, Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Sumenep, Hosnan Abrori, membantah anggapan bahwa Sutan Hadi Tjahyadi tidak aktif dalam aktivitas kedewanan.
Menurut Hosnan, selama ini yang bersangkutan tetap berupaya mengikuti agenda-agenda di DPRD meskipun kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih.
“Selama ini Sutan masuk kok setiap rapat dan paripurna. Dia juga selalu ikut rapat-rapat DPRD,” ujar Hosnan.
Meski demikian, polemik terkait kondisi kesehatan dan dua jabatan yang dipegang Sutan Hadi Tjahyadi terus menjadi perhatian publik. Bahkan, mulai muncul wacana agar dilakukan evaluasi terhadap posisinya sebagai anggota DPRD jika kondisi kesehatan yang bersangkutan memang belum memungkinkan menjalankan aktivitas secara normal.
Sorotan publik kini juga mengarah pada sikap Achmad Fauzi Wongsoyudo selaku Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumenep. Sebagai pimpinan partai yang menaungi Sutan Hadi Tjahyadi di DPRD, Achmad Fauzi dinilai memiliki kewenangan politik untuk menentukan langkah terhadap kadernya yang tengah menjadi sorotan.
Sejumlah pihak menilai keputusan yang akan diambil PDIP Sumenep nantinya tidak hanya menyangkut persoalan internal partai, tetapi juga menyangkut tanggung jawab politik kepada masyarakat yang telah memberikan mandat melalui pemilihan legislatif.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai kemungkinan langkah politik yang akan diambil terkait posisi Sutan Hadi Tjahyadi di DPRD Sumenep maupun di tubuh KONI Sumenep.
(Moo/Red)

