SUMENEP NET88.CO – Pengelola program MBG mulai menunjukkan komitmennya untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep dalam menyerap hasil pertanian serta produk UMKM lokal. Langkah ini dilakukan agar program MBG tidak hanya berjalan sebagai program nasional, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah.
Sinergi tersebut terlihat dalam kegiatan lelang pangan yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep, yang mempertemukan langsung petani dengan para pedagang dan pelaku usaha yang membutuhkan pasokan bahan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep, Hainur Rasid, mengatakan kegiatan lelang pangan menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pemasaran produk lokal sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas di pasaran.
“Kegiatan ini merupakan upaya mempertemukan langsung petani dengan para pedagang sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek. Dengan begitu harga komoditas bisa lebih stabil dan petani mendapatkan nilai jual yang lebih baik,” ujar Hainur Rasid.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi langkah untuk memperkuat pasar lokal sekaligus mengendalikan inflasi daerah, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta lelang berasal dari pelaku pedagang grosir Pasar Anom Sumenep serta pelaku usaha yang membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar.
Salah satu komoditas yang dilelang adalah cabai merah hasil panen petani lokal Sumenep, yang akhirnya dimenangkan oleh H. Mustaim Samaji, pelaku usaha MBG dari Yayasan Bakti Bunda Berjaya.
“Kami sebagai pelaku program MBG sangat mendukung penuh penggunaan produk dari petani lokal Sumenep. Ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program-program nasional melibatkan produk lokal, sehingga perputaran uangnya tetap beredar di daerah,” ujar H. Mustaim Samaji.
Menurutnya, keterlibatan produk lokal dalam program MBG tidak hanya membantu petani, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM di daerah untuk ikut berpartisipasi dalam rantai pasok program tersebut.
“Kami berharap kebutuhan bahan pangan maupun produk pendukung lainnya bisa dipenuhi dari petani dan UMKM Sumenep. Dengan begitu manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak keluar ke daerah lain,” tambah H. Mustaim Samaji.
Ke depan, sinergi antara pengelola MBG dan Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumenep diharapkan dapat terus diperkuat sehingga hasil pertanian serta produk UMKM lokal memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.
Moo/Red

